15 Mei 2008

Piara Burung Ternyata Memiliki Kepuasan Tersendiri

Di tengah aktivitas keseharian yang saya jalani, sekitar setengah tahun yang lalu tiba-tiba saya ingin nyoba piara burung berkicau. Saya sendiri juga tidak tahu kok tiba-tiba saja muncul keinginan seperti itu. Waktu itu, saya langsung pergi ke kios burung dan membeli dua ekor burung: Cucak Ijo (gacor=bunyi terus) dan Jalak Suren (anakan/bakalan). Setelah beberapa hari saya piara burung-burung tersebut, kok rasanya makin asyik ya, seperti menemukan hobi dan momongan baru. Saya banyak tanya kesana kemari tentang cara perawatan dan karakter dari masing-masing jenis burung serta browsing sana-sini untuk bisa memperoleh banyak informasi tentang burung. Selain itu, setiap ada waktu luang, saya juga sempatkan main ke pasar atau kios burung, dan akhirnya benar-benar ketagihan, beli lagi..lagi..dan lagi.

Sebagai pemain baru, maksimal saya baru pernah memelihara 10 ekor burung (ada beberapa yang sama jenisnya), itu pun saya rasa sudah mulai menyita waktu meskipun kemarin saya sempat baca di salah satu forum ada mania burung yang sampai memiliki 43 ekor…wah, busyet. Tapi, setelah saya pikir lagi, daripada banyak tapi perhatiannya tidak full, mending sedikit tapi full. Dan akhirnya, sekarang tinggal 5 ekor.

Ternyata, makin ke sini, dari sekian banyak jenis burung, saya kok cinta mati sama Murai Batu (MB). Kuereen abis…beneran! Ganteng, ekor panjang, gaya OK, dan kicauannya dahsyat…merdu sekali. Ibarat pemain gitar, MB kayaknya sama seperti Yngwie Malmsteen, irama melodinya nyentak-nyentak dengan speed tinggi. Miara MB, dijamin puas. Lumayan lah, buat temen nge-blog di pagi hari. Bener nggak om-om pakar MB??

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda